JATINEGARA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Tegal meninjau langsung kondisi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, yang terdampak bencana tanah bergerak, Kamis (5/2/2026). Desa yang berada di lereng Gunung Slamet itu kini nyaris tak berpenghuni karena warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut justru menambah kekhawatiran. Tanah yang labil menyebabkan banyak rumah mengalami kemiringan, jalan desa retak, hingga beberapa bangunan rusak parah. Situasi ini membuat warga hidup dalam kecemasan, terutama saat hujan turun.
Sekitar pukul 14.10 WIB, sebanyak 17 anggota Fraksi PKB tiba di lokasi pengungsian yang menempati ruang kelas SDN Padasari 02. Sekolah tersebut kini dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara bagi warga terdampak. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar, kini dipenuhi tikar, tas, dan peralatan seadanya.
Para pengungsi menyambut kedatangan rombongan dengan wajah lelah dan penuh harap. Salah satunya, Sutini (47), mengaku tak berani lagi tinggal di rumahnya karena kondisi bangunan yang sudah miring.
“Rumah saya sudah tidak aman. Kalau hujan, kami langsung keluar karena takut longsor,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Slamet (52). Menurutnya, bantuan logistik memang penting, namun yang lebih dibutuhkan adalah jaminan tempat tinggal yang aman.
“Kami butuh solusi jangka panjang. Anak-anak sudah trauma. Kami ingin tinggal di tempat yang benar-benar aman,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Fraksi PKB menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Namun lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, para wakil rakyat juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka.
Usai dari lokasi pengungsian, rombongan melanjutkan peninjauan ke area desa yang terdampak paling parah. Mereka menyusuri jalan yang sebagian besar sudah retak dan amblas menggunakan kendaraan bak terbuka. Banyak rumah tampak kosong ditinggal penghuninya, menciptakan suasana sunyi dan mencekam.
Ketegangan sempat terjadi saat rombongan berada di sekitar Pondok Pesantren Al-Adalah. Di tengah hujan, tanah di sekitar lokasi terlihat kembali bergerak sehingga rombongan harus segera menjauh untuk menghindari risiko longsor susulan.
Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H. Wasbun Jauhara Khalim, menyatakan kondisi Desa Padasari sangat memprihatinkan.
“Kerusakannya cukup luas. Rumah warga, jalan, fasilitas ibadah, sekolah, hingga balai desa banyak yang terdampak. Dan yang paling mengkhawatirkan, pergerakan tanah masih terus terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah. Diperlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga pemerintah pusat.
“Relokasi warga harus mulai dipikirkan secara serius. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Anggota Fraksi PKB, H. Aziz Fauzan, yang ditunjuk sebagai Ketua Bidang Kebencanaan Fraksi PKB, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian nyata agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kondisi lapangan.
“Kami ingin penanganan yang berkelanjutan, bukan solusi sementara. Warga harus mendapatkan rasa aman,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Umi Azkiyani, menyoroti faktor lingkungan yang diduga memperparah kondisi tanah di wilayah tersebut.
“Desa ini berada di kawasan lereng Gunung Slamet. Banyak lahan hutan yang beralih fungsi menjadi kebun jagung. Ini sangat berisiko terhadap stabilitas tanah,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk kembali menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon dan mengurangi alih fungsi lahan di daerah perbukitan.

Di tengah kondisi yang sulit, warga Desa Padasari masih menyimpan harapan besar. Harapan agar pemerintah hadir sepenuhnya, memberikan solusi nyata, serta memastikan mereka dapat kembali hidup di tempat yang aman dan layak tanpa dihantui ancaman bencana.












Leave a Reply