Kerja keras dan keikhlasan dalam mencerdaskan masyarakat membuat pria lulusan sarjana IAIN Semarang (Sekarang UIN) ini di percaya masyarakat untuk duduk di kursi legislatif bukan perolehan yang mudah untuk terpilih menjadi wakil rakyat. karna persaingannya yang sangat ketat di daerah pemilihan 3, meliputi Kecamatan Warureja, Suradadi dan Kecamatan Kramat. Setapak demi setapak yang dilalui pria kelahiran tegal 21 Desember 1982 ini kini mantap menjadi Anggota Fraksi PKB dan duduk di komisi III DPRD Kabupaten Tegal.
Sumbangsih dalam memajukan Kabupaten Tegal sudah tidak diragukan lagi dengan ide dan gagasan yang patut diacungi jempol. ”Saya berharap ada persamaan hak dalam pendidikan non formal selama ini, pendidikan non formal hanya dipandang sebelah mata.” Kata miftachudin yang tinggal di desa kemuning kecamatan kramat itu. Mendirikan pendidikan non formal butuh kerja keras, namun, selama ini bisa dilakukan dengan keyakinan yang kuat, sehingga miftachudin mampu mendirikan pendidikan non formal itu selama ini mengandalkan keikhlasan dengan menjadi kepala TPQ Miftakhul janah Kramat dan pengelola Kejar paket A, B dan C Pendidikan kesadaran dari masyarakat dan sangat sulit untuk mengajak masyarakat untuk mengenyam pendidikan.
”Sulit untuk mengajak masyarakat belajar, membayar seikhlasnya dan tidak ada Pendidikan berbekal Kabupaten pengalaman harus Tegal menjadi H. di Miftakhudin, pondok prioritas pesantren, program M.Pd. pembangunan Melihat, Anggota bahwa DPRD di kabupaten tegal, mensinergikan pendidikan formal dan keagamaan akan menjadi kekuatan besar peningkatan SDM di kabupaten Tegal bantuan dari pemerintah,” terangnya.
Miftachudin berharap agar pendidikan non formal juga mendapat bantuan operasional sekolah (BOS). Pada intinya, pendidikan non formal juga berjuan sama dalam mencerdaskan masyarakat. Bahkan, pendidikan non formal lebih terarah karena biasanya diperutuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu atau masyarakat yang sudah berumur. Selain itu, pendidikan non formal lebih kepada ketrampikan agar bisa menciptakan peluang usaha sendiri.
“Belajar mandiri agar bias beradaptasi dengan masyarakat. hal ini dibutuhkan agar masyarakat tidak bergantung kepada orang lain.” Ujar miftachudin yang tinggal di
lingkungan pesantren itu. Tidak hanya berkiprah di dunia pendididkan non formal, Miftachudin juga aktif di kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pedesaan. Kiprahnya dalam program tersebut menuntutnya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu yang membuat Miftachudin lebih mudah menyerap aspirasi masyarakat sekitar. ”Kerjasama dengan masyarakat sangat penting, karena kami mewakili masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan
keinginannya. Selama ini, komunikasi dengan masyarakat sangat baik, sehingga mudah untuk menjalankan program program pemerintahan” katanya.
Untuk memajukan dunia pendidikan berharap pemerintah daerah memperhatikan dan memberi porsi lebih pada pendidikan non formal, terutama pendidikan berbasis agama, madrasah, Podok Pesantren dan yang lainnya, Baginya, pendidikan sangat penting, peningkatan sumber daya manusia hanya bias diupayakan dengan meningkatkan kualitas pendidikan, dan jika sumber daya manusia sudah meningkat, maka pembangunan di kabupaten tegal juga bisa di tingkatkan
Data Diri
| Nama | : H.Miftachudin, M.Pd. |
| Tempat/Tnggal Lahir | : Tegal,21 Desember 1982 |
| Nama Istri | : Mustaghfiroh |
| NamaAnak | : 1. Haedar Ali Miftah 2. Bahtiar Ali Miftah 3. Muzafar Ali Miftah |
| Alamat | : Desa Kemuning RT 01/03 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal |
RIWAYAT PENDIDIKAN
- MIAl Hidayah (1989-1995)
- MTs Jatibogor (1995-1998)
- SMAM 02 Pemalang (1998-2001)
- IAIN Walisongo Semarang (2001-2006)
- Universitas PGRI Semarang (2017 – 2019)
RIWAYAT ORGANISASI
- BEM IAIN Walisongo Semarang
- PMII
- Ketua PACAnsor Kecamatan Kramat
- NU Ranting Desa Kemuning
RIWAYAT PEKERJAAN
- Anggota DPRD Kabupaten Tegal (2014-2019)
- Anggota DPRD Kabupaten Tegal (2019-2024)




